Bagai Gelas Kosong Tak
Berisi!
Ketika rasa itu
datang,
Fikiran bagai tak
bernalar, ucapan tak lagi bermakna.
Hanya tinggal sang
rasa itu yang hinggap dan menuguasai setiap sendi dalam jiwa.
Jiwa, tak lagi
berguna eksitensinya.
Tak lagi berharga!
Bagai gelas kosong
tak berisi!
Hanya menunggu
kehendak rasa mengisi apa yang ia inginkan.
Cinta kah?
Benci kah?
Sungguh ku tak
berdaya tuk menjawab.
Aku hanya bisa
merasakan rasa itu,
Tak pernah bisa
memiliki, cukup hanya merasa dan merasa.
Jika kau merasa wahai
rasa, Cintalah!
Cintalah dengan
rasamu itu.
Tanpa paksa dan
benci....
KangEBEM

0 komentar:
Posting Komentar